Cari Blog Ini


Ilmu Tashawwuf yang pada intinya adalah suatu usaha untuk menyingkap hijab (Tabir) yang membatasi diri manusia dengan ALLAH SWT dengan metode tersusun melalui latihanruhaniyahatau riyadhlotun nafs,pada pokoknya bila di pelajari secara seksama adalah mengandung empat unsur:

  1. Metaphisica,yaitu hal-hal yang diluar alam dunia atau bisa juga dikatakan sebagai ilmu ghaib.Hal ini sangat tepat sekali,masalahnya dalam ilmu tashawwuf banyak sekali membicarakan masalah-masalah keimanan,iman tentang adanya Allah,Malaikat,Syorga,Neraka dan didalamnya juga terdapat unsur-unsur Akherat,dimana kebanyakan bersumber pada cinta yaitu cinta seorang shufi kepada Tuhan.Pada intinya unsur ke akhiratan inilah merupakan ajaran utama tashawwuf.
  2. Ethica,yaitu ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan melihat pada amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui akal fikiran.Ethica dinamakan pula ilmu kesopanan,ilmu kesusilaan(Ethica,adat,budi pekerti,akhlaq).dalam ajaran Tashawwuf yaitu al akhlaqul karimah baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah.Dalam sabda Rasulullah SAW yang artinya:"Sesempurna-sempurna orang mu'min ialah imannya dan yang paling baik budi pekertinya"
  3. Psikologia,yaitu masalah yang berhubungan dengan jiwa.Psikologi dalam pandangan Tashawwuf memfokuskan penyelidikan pada diri sendiri.Sebab manusia tidak akan bisa mengenal keberadaan dan kebesaran Allah sebelum mengenal dirinya sendiri sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "man arafa nafsahu fakad arafa rabbahu" artinya: "Barangsiapa yang mengetahui dirinya,maka sungguh ia mengetahui Tuhanya".Dalam hal ini Allah mengisyaratkan dalam ayat Al Quran yang intinya memerintahkan agar selau mengintropeksi diri dan mengenal tanda-tanda kekuasaan Allah,sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an surat Adz Dzariyaat 20-21 Artinya: "Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"
  4.  Esthetica,yaitu ilmu keindahan yang menimbulkan seni.Untuk meresapkan seni itu dalam diri,haruslah ada keindahan dalam diri sendiri.Adapun puncak keindahan itu adalah Cinta.Dalam Tashawwuf orang akan dapat merasakan indah jiwanya,bila jiwanya bersih dari sifat-sifat tercela.Disamping dirinya terbebas dari sifat-sifat tercela ia harus menghiasi diri denga sifat-sifat terpuji.Jalan yang ditempuh menurut ajaran Tashawwuf adalah Tafakkur.

 MENGUBAH PENDERITAAN MENJADI KEBAHAGIAAN

Barangkali kedengaranya tidak masuk akal jika ada kalimat yang berbunyi “Nikmatilah Penderitaan!”.Sebab pada umumnya manusia memandang penderitaan adalah sesuatu yang tidak menyenangkan.Apakah mungkin sesuatu yang buruk dan tidak menyenangkan itu bisa dinikmati?
Bagi orang yang berjiwa kerdil memang demikian keadaanya.Karena mereka terbiasa memandang sesuatu dari kulit luarnya,bukan dari hakekatnya.namun bagi orang ma’rifat dan berjiwa besar,cerdas dan bersahaja,kalimat tersebut bukanlah sesuatu yang aneh.
Oleh sebab itu,engkau harus belajar menjadi orang ma’rifat (orang Arif) dan bijaksana.Jangan memandang sesuatu itu hanya tampak lahiriyahnya saja,namun carilah dibalik yang tersembunyi.
Belajarlah untuk menikmati penderitaan,niscaya dirimu akan bahagia dalam menjalani hidup.Berpikirlah mulai sekarang,bahwa tidak selamanya penderitaan itu buruk dan dicela.kadang-kadang penderitaan itu bisa memberikan yang terbaik bagi dirimu.
Doa yang tulus dan ikhlas biasanya terucap bersama penderitaan.Pensucian jiwa yang sungguh-sungguh senantiasa bersama penderitaan.Penderitaan yang dirasakan oleh pencari ilmu,disebabkan beban berat yang dipikulnya.meskipun demikian,beban berat itu justru mengantarkan ia menjadi seorang ulama dan ahli dibidangnya.Pada awalnya,ia memang bersusah payah,namun akhirnya dapat tersenyum dengan wajah ceria.
Seorang pencari ilmu yang hidupnya penuh dengan kemewahan,rasa aman,dan tidak pernah merasakan kepedihan hidup,akhirnya ia menjadi pemalas,lamban dan tidak pandai.Ujung-ujungnya ia menjadi sarjana dungu dan takut menghadapi kehidupan.
Penderitaan itu ibarat pil pahit yang dapat menyembuhkan.Jika engkau melihat kadar zatnya,obat/pil memang pahit dan tidak enak dilidahmu.Namun jika dilihat dari segi hakikatnya yang tersembunyi,maka betapa engkau dapat merasakan manfaat dari kepahitan itu.
Jangan kira orang yang sekarang sukses itu tanpa melalui penderitaan.Kebahagiaan dan keberhasilan hidupnya saat ini karena dibesarkan oleh penderitaan dan cobaan-cobaan.Karena ia mampu menyiasati dan memanfaatkan penderitaan,iapun menjadi besar.Ingatlah,tiada kebahagiaan tanpa pengorbanan.Tiada keberhasilan tanpa perjuangan.

 JANGAN MASUKAN DUNIA DI KEPALAMU


Sebagian orang dikepalanya(dialam pikirannya)seperti terasa ada perang dunia,padahal keadaannya tampak duduk tenang,atau santai ditempat tidur.Jika perang dikepalanya sudah berkurang,mereka terserang sakit lambung (maag),tekanan darah tinggi dan kolesterol.mereka mudah marah dan sters karena mendengar berita bahwa harga bahan pokok terus meroket,dan kbijaksanaan pemerintah amburadul.
Orang-orang semacam ini,melakukan tindakan bodoh.Kepalanya seukuran itu dimasuki berbagai berbagai masalah yang sebenarnya tidak berarti.Akhirnya terbiasa menjadi orang yang merasa bahwa dunia meneriakinya.Sebagaimana yang difirmankan Allah:
“Mereka mengira bahwa setiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka”.(QS.al Munafiqun ayat 4)
Kalau saya bisa nasehat kepadamu:Janganlah engkau masukan’ Bola Dunia’ dikepalamu.Jangan kau bawa ‘Bola Dunia’ diatas kepalamu.Sekarang mulailah untuk mengesampingkan peristiwa-peristiwa di muka bumi dan jangan diletakkan dirongga dadamu.
Janganlah menjadikan hatimu sebagai bunga karang didasar lautan.Ia menyerap setiap isu dan kotoran,sehingga dirimu gelisah disebabkan sesuatu yang tak berarti.Jiwamu tergoncang hanya karena soal remeh,dan cemas terhadap sesuatu.Kenyataan-kenyataan hidup seperti seperti ini telah cukup buat merusak jiwa dan kesehatanmu.
Orang yang ma’rifat adalah mereka yang mengesampingkan persoalan sepele.Memandang permasalahan dengan santai dan tenang.Memecahkannya dengan cara yang bijak dan tepat.Tak ada lagi beban dikepalanya.Tak ada pula beban didalam hatinya.
Hal demikian itu bisa pula engkau terapkan jika dirimu mau mendengar nasihat kebenaran dan mempertebal keimananmu.Jika dirimu telah memiliki iman,yakin terhadap takdir dan tahu permainan hidup di dunia ini dengan sebenar-benarnya,maka tiada lagi rasa takut dan cemas.
Namun jika engkau tidak memiliki keyakinan kepada Takdir Tuhan,pasti jiwamu menjadi rapuh.Engkau mudah takut,cemas dan khawatir terhadap sesuatu yang akan terjadi.Padahal ’sesuatu yang akan’ adalah hal yang belum tentu datang menghampirimu.
Perhatikanlah mereka yang tidak beriman dan tidak memiliki keteguhan hidup.Jiwa mereka mudah sekali terguncang.Semangat mereka menjadi lemah.Hatinya semakin takut oleh guncangan-guncangan hidup.Pikiranya semakin strees jika menghadapi kenyataan.Akhirnya,mereka berusaha menghindar dari kenyataan tetapi tidak mampu.
Ketahuilah sudah banyak orang yang kemudian gila atau akalnya buntu lalu membakar diri bersama anaknya,hal itu disebabkan ketakutan yang diciptakannya sendiri dikepalanya.
Orang yang berani dan memiliki akal luas,kuat nadinya,teguh keyakinannya terhadap takdir,dingin syarafnya,lapang dadanya,tentu tak akan sampai berputus asa.apalagi bunuh diri.
Orang yang risau terhadap kenyataan hidup, secara tidak langsung telah menyembelih dirinya sendiri dengan kecemasan,dengan berita sensasi yang dilihat atau didengar,dan dengan prasangka atau mimpi buruknya sendiri.
hiduplah dengan teguh dan stabil.Karenanya engkau harus berani menghadapi setiap permasalahan dengan tegar.Jangan sampai orang-orang yang lemah semangatnya mempengaruhimu sehingga dirimu menjadi penakut pula.
Jangan bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.Jadilah orang yang lebih kuat terhadap semua peristiwa,lebih tangguh terhadap badai permasalahan dan lebih kuat terhadap setiap bencana.Betapa kasihan orang yang berjiwa lemah.Ia sering mengalami guncangan-guncangan akibat mendengar atau menyaksikan peristiwa hidup.
Allah berfirman:”Dan sesungguhnya kamu akan mendapati mereka,manusia yang paling rakus terhadap kehidupan (dunia).(QS.al Baqarah 96).
Saudaraku coba lihatlah orang-orang munafik yang selalu mendapat musibah.Mereka tidak mempunyai cita-cita mulia.mereka tidak mempunyai perhatian untuk mengisi waktu untuk mencapai kesempurnaan hidup.Mereka mengatakan,”Apabila air keluar dari bejana,maka bejana itu terisi udara.”Karena itu, pikirkanlah urusan apa yang menjadi perhatianmu.apakah masalah ini layak mendapatkan perhatian?Manfaatkanlah akal pikiranmu dan tenagamu untuk sesuatu yang berguna.Seorang ulama mengatakan,”Buatlah garis (batas) rasional yang tegas untuk setiap hal.”maha benar allah yang berfirman:
“Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.(QS.ath-Thalaq ayat 3).

 HAKEKAT  DZIKIR

dzikir artinya Mengingat Allah swt.Dalam artian Mengingat berarti tau siapa Allah swt sesungguhnya.Dalam hal ini saya pribadi mencoba mengangkat makna “INGAT”,Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan solat pada Hari Jumaat, maka bersegeralah kamu kepada mengingati Allah (zikrullah) dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.(Al-Jumuah 62:9–10)
Kata ingat disini adalah suatu perkara yang mana sudah terjadi yang kita tahu sebelumnya yang berarti kita bisa memaparkan saat kita mengingat kembali.Masih ingatkah saudaraku kepada Allah swt………..???
Setiap keindahan, kecantikan, kemeriahan, kemegahan, kekayaan, kekuasaan dan pelbagai perkara yang sangat ingin dinikmati manusia pastinya akan berubah dan memudar dan luput ditelan ganasnya hempasan ombak waktu dan peredarannya bagi yang tidak pernah bersyukur dalam kenikmatan yang dihadirkan-Nya. Tiba saat dan ketikanya, pasti semua berubah menjadi sunyi dan sepi yang ibarat tiada hujungnya.
Untuk dapat mengetahui dan mengembalikan ingatan kita saat masih di alam Arwah,Kita manusia harus mempunyai kekuatan untuk menembus dinding Hijab antara Hamba dan Allah swt.Dimanakah letak kekuatan itu??apakah semua manusia mempunyai kekuatan itu?Jawabanya YA!! semua bisa .
Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah kamu kepada Allah, (dengan) zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadaNya di waktu pagi dan petang.(Al-Ahzab 41-42)
Menurut keyakinan kita orang Islam bahawa semua makhluk yang wujud ini adalah kenal kepada Allah dan semua mereka berzikir kepada Allah, bertasbih dan sujud kepadaNya walaupun kita tidak mengetahui secara pasti bagaimana kaifiyat (cara) mereka sujud, zikir dan bertasbih. Ilmu tentang itu hanya ada di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’aala. Tidak ada satu pun makhluk yang berada di alam maya ini yang bisa mengenal Allah kecuali manusia yang dikehendakinya.
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memujiNya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha pengampun. (Al-Israa 17:44)
JIka kita benar - benar MENGINGAT ALLAH berarti tahu pasti akan keberadaan Allah,sehingga kita berani berikrar menngucapkan Kesaksian bahwa benar-benar Tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
Dalam hal ini telah terjadi perdebatan antar ulama mencari makna dari Dzikir kepada Allah swt.Alhamdulillah saya pribadi mendapat hidayah dari Allah swt dan menemukan apa makna dari kata INGAT KEPADA ALLAH.Untuk itu saya mengangkat artikel ini agar supaya saudara-saudaraku juga bisa mengetahuinya.sebab dalam Hadits qudsi “Aku (Allah) akan duduk bersama dengan orang-orang yang berzikir kepadaKu.” Hadist ini sering membuat saya tenang saat berdzikir.Kata INGAT KEPADA ALLAH ini hanya bisa dilakoni oleh orang-orang yang mau dan mempunyai kekuatan.
Pesan untuk saudaraku:
Ingatlah awal pertama dipertanyakan malaikat dalam kubur adalah ” MAN RABBUKA “Siapakah Tuhanmu??
“Manusia yang hidup kebanyakannya tidur (leka), apabila mati baru mereka terjaga (tersedar)’ - Saidina Ali k.r.a
Manusia adalah mahluk yang diciptakan untuk mentadbir dan memimpin,
dan setiap kepimpinan akan tetap akan dipertanyakan dan dipertanggungjawabkan. Akal manusia harus dipimpin dengan Agama agar tiap kebijakan dan kepandaian tidak akan bertukar dengan kekelaman hati dan jiwa yang akhirnya membawa kepada kebodohan dan kemusnahan.
“Hujung AKAL (Fikir) adalah pangkal AGAMA (Zikir)” - Buya Hamka
Firman Allah:
Wahai anak Adam, jika kamu berzikir (ingat) kepadaKu di dalam hatimu nescaya Aku akan ingat kepadamu dalam diriKu, dan jika kamu berzikir kepadaKu di khayalak ramai, niscaya Aku akan ingat kepadamu di khayalak ramai yang lebih baik daripadanya, dan jika kamu menghampiri Aku sejengkal, niscaya aku akan menghampiri kamu sehasta, dan jika kamu menghampiri Ku sehasta, niscaya Aku akan menghampirimu sedepa, dan jika kamu menghampiriKu dengan cara berjalan, niscaya Aku akan menghampirimu dengan cara berlari. (Hadis riwayat Imam Bukhari)

Rukun Islam

Islam dalam pengertian umum sering dikatakan singkatan dari sholat lima waktu yakni Isya-Subuh-Lohor-Ashar-Magrib.Tetapi intinya bahwa islam bukan sekedar membahas masalah sholat.Berdirinya islam karena adanya RUKUN.Jadi salah satu rukun tidak diketahui atau tidak dilaksanakan maka tidak sah Islamnya.Malah bisa jadi hanya sekedar ISi aLAM.Rukun Islam sama-sama kita ketahui ada lima perkara yaitu:
  1. SYAHADAT
  2. SHOLAT
  3. PUASA
  4. ZAKAT
  5. HAJI
Dari kelima perkara tersebut pada umumnya hanya Empat perkara yang sungguh-sungguh dikerjakan oleh kaum muslimin.Kemanakah satu perkara itu?.Dari sisi pelaksanaannya sholat,puasa,zakat dan haji telah dilaksanakan tapi kebanyakan mereka melupakan satu perkara yakni syahadat?.Padahal justru Syahadatlah yang paling sakral dari ke lima rukun islam.Banyak para ulama mengatakan bahwa Syahadat cukup diucapkan saja,yang mana Aku bersaksi bahwa benar-benar Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.Disini justru kita harus hati-hati dalam pengucapannya kalau tak tau maknanya akan jatuh Syirik.Dalam mengucapkan Syahadat diperlukan Niat sama halnya dengan ke Empat Rukun Islam lainya.Dalam Syahadat pula kita benar-benar bersaksi dengan adanya Penyaksian,sebab Syahadat ini dipertanyakan dan diikrarkan dari Dalam Rahim Perut ibu,setelah lahir didunia,kemudian diKhitan,terus melangkah ke Pelaminan hingga  sampai ke liang Lahat.Nah dari kesimpulan diatas bisa kita cermati bahwa memang harus kita mengenal dan melihat Allah.Cara melihat Allah harus ditempuh melalui jalan  tangga-tangga naik yaitu Syareat,Thoreqat,Hakekat,Makrifat dan Makrifatullah.
surah / surat : Al-Ma’aarij Ayat : 3
mina allaahi dzii alma’aariji

Artinya:(yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik.
Kalau benar telah melihat maka untuk menunaikan rukun yang kelima yaitu Haji tidaklah bingung,”LABAIK ALLAHUMA LABAIK”(Aku memenuhi panggilanMu ya Allah)sebab kita telah mengetahui siapa yang memanggil sehingga sampai pada padang ARAFAH kita benar-benar melihat berMujahadah dengan Allah.Karena makna dan arti ARAFAH adalah Melihat/Mengenal.ARAFAH itu sendiri apa yang di katakan MAKRIFAT.
Jadi Syahadat memang sangat penting dalam pembentukan diri seseorang,"Syahadat" dulu baru dua kalimat syahadat(untuk kejelasan makna syahadat klik disini)karena lepas dari makna sebenarnya kita akan jatuh KAFIR.Telah banyak ayat-ayat yang telah di firmankan oleh Allah swt antara lain:

Firman Alloh Subhanahu wa Subhanahu wa Ta’ala :
]ألم تر إلى الذين أوتوا نصيبا من الكتاب يؤمنون بالجبت والطاغوت ويقولون للذين كفروا هؤلاء أهدى من الذين آمنوا سبيلا[
“Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al kitab ?, mereka beriman kepada Jibt dan Thoghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” (QS. An nisa’, 51 )
Dari Abu Saidt, Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam bersabda :
"لتتبعن سنن من كان قبلكم حذو القذة بالقذة، حتى لو دخلوا جحر ضب لدخلتموه"، قالوا : يا رسول الله، اليهود والنصارى ؟ قال :" فمن ؟ " أخرجه البخاري ومسلم.
“Sungguh kalian akan mengikuti (meniru) tradisi umat-umat sebelum kalian selangkah demi selangkah sampai kalaupun mereka masuk kedalam liang biawak niscaya kalian akan masuk ke dalamnya pula.”, para sahabat bertanya : “Ya Rasululloh, orang-orang yahudi dan Nasranikah ?”, beliau ShallAllohu’alaihi wa Sallam menjawab : “siapa lagi ?” (HR. Buhkhori dan Muslim).
]قل هل أنبئكم بشر من ذلك مثوبة عند الله، من لعنه الله وغضب عليه، وجعل منهم القردة والخنازير وعبد الطاغوت[.
“Katakanlah :” maukah aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari pada (orang-orang fasik) itu dihadapan Alloh, yaitu orang-orang yang dilaknati dan dimurkai, dan diantara mereka ada yang dijadikan kera dan babi, dan orang-orang yang menyembah Thoghut” (QS. Al maidah, 60).
Makna dari JIBT dan THOGHUT seperti yang dikatakan dalam Qs.An Nisa ayat 51 yaitu penyembahan kepada BERHALA dan SYETAN yang berwujut manusia.JIBT artinya Berhala sedangkan THOGHUT artinya SYETAN yang berwujut manusia.
Setelah kita memahami makna dari Syahadat kita menuju ke rukun islam yang kedua yaitu Sholat.Di sholat ini kita harus bisa khusyu dalam penyembahan seperti dalam firman Allah yang artinya Hanya mereka yang khusyu yang akan sampai kepadaKU.Setelah sholat kita melangkah ke rukun islam yang ketiga yakni Puasa,di Puasa ini kita dituntut agar supaya bisa menahan nafsu.sebagian para ulama mengatakan menahan lapar dan haus tapi pada Hakekatnya Puasa adalah Membiasakan diri tidak memiliki apa-apa karena semua adalah hak atau milik allah.kemudian  kita ke tahap rukun ke empat yakni Zakat.Zakatpun harus di awali dengan Niat yang mana benar-benar karena Allah.Selanjutnya Fase terakhir yaitu Haji.Nah pada Rukun islam ke lima inilah penentuan seseorang dalam beribadah kepada Allah dimana  pada Rukun kelima ini kita dipanggil oleh Allah dalam “rumahNya”.dan apakah Haji selama ini bisa dikatakan Mabrur?? Inti semua rukun islam adalah INGAT ALLAH.!!!Jikalau kita paham dan mengenal Allah swt PASTI!! segala keinginan kita dapat terwujut. Dia telah katakan WUJUD .WUJUD berarti ADA… Tapi dimana……???
Artikel ini saya muat untuk menguatkan Tauhid yang sebenarnya kepada saudaraku sekalian agar kita tidak terjebak kepada ulama-ulama palsu seperti yang di khawatirkan oleh Nabi Muhammat SAW yang mana beliau bersabda ” Yang aku takutkan pada kalian adalah Ulama yang bermuka Dajjal “.

Rukun Islam

Islam dalam pengertian umum sering dikatakan singkatan dari sholat lima waktu yakni Isya-Subuh-Lohor-Ashar-Magrib.Tetapi intinya bahwa islam bukan sekedar membahas masalah sholat.Berdirinya islam karena adanya RUKUN.Jadi salah satu rukun tidak diketahui atau tidak dilaksanakan maka tidak sah Islamnya.Malah bisa jadi hanya sekedar ISi aLAM.Rukun Islam sama-sama kita ketahui ada lima perkara yaitu:

  1. SYAHADAT
  2. SHOLAT
  3. PUASA
  4. ZAKAT
  5. HAJI

Dari kelima perkara tersebut pada umumnya hanya Empat perkara yang sungguh-sungguh dikerjakan oleh kaum muslimin.Kemanakah satu perkara itu?.Dari sisi pelaksanaannya sholat,puasa,zakat dan haji telah dilaksanakan tapi kebanyakan mereka melupakan satu perkara yakni syahadat?.Padahal justru Syahadatlah yang paling sakral dari ke lima rukun islam.Banyak para ulama mengatakan bahwa Syahadat cukup diucapkan saja,yang mana Aku bersaksi bahwa benar-benar Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.Disini justru kita harus hati-hati dalam pengucapannya kalau tak tau maknanya akan jatuh Syirik.Dalam mengucapkan Syahadat diperlukan Niat sama halnya dengan ke Empat Rukun Islam lainya.Dalam Syahadat pula kita benar-benar bersaksi dengan adanya Penyaksian,sebab Syahadat ini dipertanyakan dan diikrarkan dari Dalam Rahim Perut ibu,setelah lahir didunia,kemudian diKhitan,terus melangkah ke Pelaminan hingga  sampai ke liang Lahat.Nah dari kesimpulan diatas bisa kita cermati bahwa memang harus kita mengenal dan melihat Allah.Cara melihat Allah harus ditempuh melalui jalan  tangga-tangga naik yaitu Syareat,Thoreqat,Hakekat,Makrifat dan Makrifatullah.
surah / surat : Al-Ma'aarij Ayat : 3
mina allaahi dzii alma'aariji

Artinya:(yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik.

Kalau benar telah melihat maka untuk menunaikan rukun yang kelima yaitu Haji tidaklah bingung,"LABAIK ALLAHUMA LABAIK"(Aku memenuhi panggilanMu ya Allah)sebab kita telah mengetahui sehingga sampai pada padang ARAFAH kita benar-benar melihat berMujahadah dengan Allah.Karena makna dan arti ARAFAH adalah Melihat/Mengenal.ARAFAH itu sendiri apa yang di katakan MAKRIFAT.

Jadi Syahadat memang sangat penting dalam pembentukan diri seseorang,karena lepas dari makna sebenarnya kita akan jatuh KAFIR.Telah banyak ayat-ayat yang telah di firmankan oleh Allah swt antara lain:


Firman Alloh Subhanahu wa Subhanahu wa Ta’ala :

]ألم تر إلى الذين أوتوا نصيبا من الكتاب يؤمنون بالجبت والطاغوت ويقولون للذين كفروا هؤلاء أهدى من الذين آمنوا سبيلا[

“Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al kitab ?, mereka beriman kepada Jibt dan Thoghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” (QS. An nisa’, 51 )


Dari Abu Saidt, Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam bersabda :

"لتتبعن سنن من كان قبلكم حذو القذة بالقذة، حتى لو دخلوا جحر ضب لدخلتموه"، قالوا : يا رسول الله، اليهود والنصارى ؟ قال :" فمن ؟ " أخرجه البخاري ومسلم.

“Sungguh kalian akan mengikuti (meniru) tradisi umat-umat sebelum kalian selangkah demi selangkah sampai kalaupun mereka masuk kedalam liang biawak niscaya kalian akan masuk ke dalamnya pula.”, para sahabat bertanya : “Ya Rasululloh, orang-orang yahudi dan Nasranikah ?”, beliau ShallAllohu’alaihi wa Sallam menjawab : “siapa lagi ?” (HR. Buhkhori dan Muslim).



]قل هل أنبئكم بشر من ذلك مثوبة عند الله، من لعنه الله وغضب عليه، وجعل منهم القردة والخنازير وعبد الطاغوت[.

“Katakanlah :” maukah aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari pada (orang-orang fasik) itu dihadapan Alloh, yaitu orang-orang yang dilaknati dan dimurkai, dan diantara mereka ada yang dijadikan kera dan babi, dan orang-orang yang menyembah Thoghut” (QS. Al maidah, 60).


Makna dari JIBT dan THOGHUT seperti yang dikatakan dalam Qs.An Nisa ayat 51 yaitu penyembahan kepada BERHALA dan SYETAN yang berwujut manusia.JIBT artinya Berhala sedangkan THOGHUT artinya SYETAN yang berwujut manusia.



Setelah kita memahami makna dari Syahadat kita menuju ke rukun islam yang kedua yaitu Sholat.Di sholat ini kita harus bisa khusyu dalam penyembahan seperti dalam firman Allah yang artinya Hanya mereka yang khusyu yang akan sampai kepadaKU.Setelah sholat kita melangkah ke rukun islam yang ketiga yakni Puasa,di Puasa ini kita dituntut agar supaya bisa menahan nafsu.sebagian para ulama mengatakan menahan lapar dan haus tapi pada Hakekatnya Puasa adalah Membiasakan diri tidak memiliki apa-apa karena semua adalah hak atau milik allah.kemudian  kita ke tahap rukun ke empat yakni Zakat.Zakatpun harus di awali dengan Niat yang mana benar-benar karena Allah.Selanjutnya Fase terakhir yaitu Haji.Nah pada Rukun islam ke lima inilah penentuan seseorang dalam beribadah kepada Allah dimana  pada Rukun kelima ini kita dipanggil oleh Allah dalam "rumahNya".dan apakah Haji selama ini bisa dikatakan Mabrur?? Inti semua rukun islam adalah INGAT ALLAH.!!!Jikalau kita paham dan mengenal Allah swt PASTI!! segala keinginan kita dapat terwujut. Dia telah katakan WUJUD .WUJUD berarti ADA... Tapi dimana......???

Artikel ini saya muat untuk menguatkan Tauhid yang sebenarnya kepada saudaraku sekalian agar kita tidak terjebak kepada ulama-ulama palsu seperti yang di khawatirkan oleh Nabi Muhammat SAW yang mana beliau bersabda " Yang aku takutkan pada kalian adalah Ulama yang bermuka Dajjal ".


Posting:santo Aliwu






Dimana Letak Kesesatan Syech Siti Jenar...?

syech-siti-jenar1

Setelah mengungkap ilmu makrifat syech siti jenar dalam Ucapan spiritual Syekh Siti Jenar tersebut diucapkan pada saat para wali menghendaki diskusi yang membahas masalah Micara Ilmu Tauhid. Diskusi para wali diadakan setelah Dewan Walisanga mendengar bahwa Syekh Siti Jenar mulai mengajarkan ilmu ma’rifat dan hakikat. Sementara dalam tugas resmi yang diberikan oleh Dewan Walisanga hanya diberi kewenangan mengajarkan syahadat dan tauhid. Sementara menurut Syekh Siti Jenar justru inti paling mendasar tentang tauhid adalah Penyatuan, di mana seluruh ciptaan pasti akan kembali menyatu dengan yang menciptakan.Innalillahi wainailahi rojiun.

Pada saat itu, Sunan Gunung Jati mengemukakan, “Adapun Allah itu adalah yang berwujud haq”; Sunan Giri berpendapat, “Allah itu adalah jauhnya tanpa batas, dekatnya tanpa rabaan.”; Sunan Bonang berkata, “Allah itu tidak berwarna, tidak berupa, tidak berarah, tidak bertempat, tidak berbahasa, tidak bersuara, wajib adanya, mustahil tidak adanya.”; Sunan Kalijaga menyatakan, “Allah itu adalah seumpama memainkan wayang.”; Syekh Maghribi berkata, “Allah itu meliputi segala sesuatu.”; Syekh Majagung menyatakan, “Allah itu bukan disana atau disitu, tetapi ada.”; Syekh Bentong menyuarakan, “Allah itu itu bukan disana sini,Laisaka Mislihi.”; Setelah ungkapan Syekh Bentong inilah, tiba giliran Syekh Siti Jenar dan mengungkapkan konsep dasar teologinya di atas. Hanya saja ungkapan Syekh Siti Jenar tersebut ditanggapi dengan keras oleh Sunan Kudus, yang salah menangkap makna ungkapan mistik tersebut, “Jangan suka terlanjur bahasa menurut pendapat hamba adapun Allah itu tidak bersekutu dengan sesama.”


Mulai persidangan itulah hubungan Syekh Siti Jenar dengan para wali memanas, sebab Syekh Siti Jenar tetap teguh pada pendirian tauhid sejatinya. Sementara para Dewan Wali mengikuti madzhab resmi yang digariskan oleh kerajaan Demak, Sunni-Syafi’i. Sampai masa persidangan penentuannya, Syekh Siti Jenar tetap menyuarakan dengan lantang teologi manunggalnya dengan PengAKUanya.


Dimanakah letak Kesesatan Syech Siti Jenar...?jawabanya pada diri anda masing-masing.

Allah adalah Allah dan Hamba adalah Hamba.


Jadi kalau menurut saya dalam teori Pengenalan kepada Zat Allah swt hanyalah diberikan kepada yang dikehendaki-Nya.Untuk sampai ke titik puncak kesufian sejati adalah DIAM!!!.Karena Malaikat pencatat baik dan buruk itu menulis apa yang selalu kita keluarkan dari Lidah tak bertulang kita.Pada Prinsipnya Malaikat mencatat pada siapa saja yang masih Hidup didunia ini,tapi sebaliknya jikalau orang tersebut telah Mati dalam Kehidupanya Insya allah tak ada lagi yang perlu dicatat!!!


Tapi ingat.....!!!kalau kita DIAM dalam hal ini telah mencapai Kesufian Sejati mau dikemanakan Agama islam ini??kalau semua pada bisu.Padahal Nabi Muhammad SAW selalu mengikrarkan dengan lantang kalimat Laailahailallah kepada siapa saja yang buta sama sekali tentang islam.


Wallahualam bissawab


posting:santoaliwu

HAKEKAT DZIKIR

jjjj1dzikir artinya Mengingat Allah swt.Dalam artian Mengingat berarti tau siapa Allah swt sesungguhnya.Dalam hal ini saya pribadi mencoba mengangkat makna "INGAT",Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan solat pada Hari Jumaat, maka bersegeralah kamu kepada mengingati Allah (zikrullah) dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.(Al-Jumuah 62:9–10)
Kata ingat disini adalah suatu perkara yang mana sudah terjadi yang kita tahu sebelumnya yang berarti kita bisa memaparkan saat kita mengingat kembali.Masih ingatkah saudaraku kepada Allah swt...........???
Setiap keindahan, kecantikan, kemeriahan, kemegahan, kekayaan, kekuasaan dan pelbagai perkara yang sangat ingin dinikmati manusia pastinya akan berubah dan memudar dan luput ditelan ganasnya hempasan ombak waktu dan peredarannya bagi yang tidak pernah bersyukur dalam kenikmatan yang dihadirkan-Nya. Tiba saat dan ketikanya, pasti semua berubah menjadi sunyi dan sepi yang ibarat tiada hujungnya.

Untuk dapat mengetahui dan mengembalikan ingatan kita saat masih di alam Arwah,Kita manusia harus mempunyai kekuatan untuk menembus dinding Hijab antara Hamba dan Allah swt.Dimanakah letak kekuatan itu??apakah semua manusia mempunyai kekuatan itu?Jawabanya YA!! semua bisa .
Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah kamu kepada Allah, (dengan) zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadaNya di waktu pagi dan petang.(Al-Ahzab 41-42)

Menurut keyakinan kita orang Islam bahawa semua makhluk yang wujud ini adalah kenal kepada Allah dan semua mereka berzikir kepada Allah, bertasbih dan sujud kepadaNya walaupun kita tidak mengetahui secara pasti bagaimana kaifiyat (cara) mereka sujud, zikir dan bertasbih. Ilmu tentang itu hanya ada di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’aala. Tidak ada satu pun makhluk yang berada di alam maya ini yang bisa mengenal Allah kecuali manusia yang dikehendakinya.
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memujiNya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha pengampun. (Al-Israa 17:44)
JIka kita benar - benar MENGINGAT ALLAH berarti tahu pasti akan keberadaan Allah,sehingga kita berani berikrar menngucapkan Kesaksian bahwa benar-benar Tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
Dalam hal ini telah terjadi perdebatan antar ulama mencari makna dari Dzikir kepada Allah swt.Alhamdulillah saya pribadi mendapat hidayah dari Allah swt dan menemukan apa makna dari kata INGAT KEPADA ALLAH.Untuk itu saya mengangkat artikel ini agar supaya saudara-saudaraku juga bisa mengetahuinya.sebab dalam Hadits qudsi "Aku (Allah) akan duduk bersama dengan orang-orang yang berzikir kepadaKu." Hadist ini sering membuat saya tenang saat berdzikir.Kata INGAT KEPADA ALLAH ini hanya bisa dilakoni oleh orang-orang yang mau dan mempunyai kekuatan.

Pesan untuk saudaraku:
Ingatlah awal pertama dipertanyakan malaikat dalam kubur adalah " MAN RABBUKA "Siapakah Tuhanmu??
"Manusia yang hidup kebanyakannya tidur (leka), apabila mati baru mereka terjaga (tersedar)' - Saidina Ali k.r.a

Manusia adalah mahluk yang diciptakan untuk mentadbir dan memimpin,
dan setiap kepimpinan akan tetap akan dipertanyakan dan dipertanggungjawabkan. Akal manusia harus dipimpin dengan Agama agar tiap kebijakan dan kepandaian tidak akan bertukar dengan kekelaman hati dan jiwa yang akhirnya membawa kepada kebodohan dan kemusnahan.

"Hujung AKAL (Fikir) adalah pangkal AGAMA (Zikir)" - Buya Hamka
Firman Allah:
Wahai anak Adam, jika kamu berzikir (ingat) kepadaKu di dalam hatimu nescaya Aku akan ingat kepadamu dalam diriKu, dan jika kamu berzikir kepadaKu di khayalak ramai, niscaya Aku akan ingat kepadamu di khayalak ramai yang lebih baik daripadanya, dan jika kamu menghampiri Aku sejengkal, niscaya aku akan menghampiri kamu sehasta, dan jika kamu menghampiri Ku sehasta, niscaya Aku akan menghampirimu sedepa, dan jika kamu menghampiriKu dengan cara berjalan, niscaya Aku akan menghampirimu dengan cara berlari. (Hadis riwayat Imam Bukhari)

Untuk mengungkap makna INGAT KEPADA ALLAH hanyalah bisa di Klik disini

HAKEKAT RIYA'

061020111257Riya berasal dari kata Ru'yah yang artinya melihat.Secara kontekstual,riya' adalah mencari kedudukan di hati manusia dengan menampakan kepada mereka tentang amal kebaikan.Dengan kata lain dapat diartikan bahwa riya itu adalah suatu keinginan hati untuk mendapat pujian manakala melakukan amal ibadah.
Banyak macam Riya' dalam beribadah,sampai-sampai orang sufi sendiri tidak terlepas dari bahaya ini.Adakalanya orang yang sengaja memperlihatkan dirinya kurus dan pucat,agar disangka sebagai ahli jihat.Dengan kurus,untuk memberi kesan bahwa ia sedikit makan dan kurang tidur siang hari puasa dan malam bertahajud.Adakalanya merendahkan suara jika diajak bicara,memejamkan mata,dan mengeringkan bibir.
Adakalanya Riya' dengan menampakan tingkah laku dan cara berpakaian.Tingkah laku itu misalnya dengan rambut yang tidak pernah disisir,mencukur kumis,menundukan kepala waktu berjalan,pelan-pelan jika berjalan,menetapkan bekas sujud pada kening,berpakaian tebal,bercelana cekak hingga mendekati betis,memendekan lengan baju,atau bahkan membiarkan pakaiannya sobek.
Semua itu biasanya dipergunakan untuk riya' agar dapat dilihat dirinya adalah pengikut hamba-hamba shalih,pengikut-pengikut ulama salaf dan pengikut sunah nabi yang setia.Selain itupula dapat dijumpai pula seseorang riya' dengan perkataanya.Menurut Imam Al Ghazali,riya' ini seringkali menimpa pada ahli agama melalui nasihat,peringatan,perkataan yang seolah-olah penuh hikmah,penghafalan hadis dan ayat-ayat.
Demikianlah konsep riya' yang sering kita jumpai dalam pandagan sufi.Maka dari itu para sufi selalu menjaga hatinya jangan tertimpa riya' dan selalu berusaha berjuang keras untuk melawan dirinya sendiri dari keingina dipuji orang lain.
Insya Allah kita semua terhindar dari sifat tersebut.......................

Mengendalikan Perasaan

03042011053Ketika engkau mendapatkan kebahagiaan atau keberuntungan yang luar biasa,tentu hatimu bergelora karena gembira.Ketika engkau tertimpa musibah yang tidak menyenangkan,maka hatimu pun merasa dingin dan bergejolak sedih.Gembira dan sedih adalah dua perasaan yang dimiliki setiap orang.Perasaan yang saling bertolak belakang.Saya menamakan sebagai emosi.

Sebagai seorang muslim yang arif,hendaknya engkau mampu mengendalikan perasaan.Artinya,ketika mendapatkan kebahagiaan janganlah bergembira secara berlebih-lebihan.Jika ditimpa musibah jangan terlalu larut dalam kesedihan.Ingatlah Rasulullah pernah bersabda demikian,"Aku membenci dua suara bodoh dan ceroboh,yaitu dia melantunkan lolongan kleras ketika mendapatkan kenikmatan dan melolong keras ketika mendapat musibah".

Allah swt berfirman dalam QS.Al-Hadid 23 yang artinya:"(kami jelaskan yang demikian itu)agar kamu jangan duka cita terhadap apa yang lepas darimu,dan agar kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri".

Ukuran kesabaran adalah ketika engkau mendapat musibah atau mendengarkan kabar yang tidak menyenangkan,namun engkau tetap tenag.Ini berarti engkau mampu menguasai perasaanmu.Karena itu Rasulullah saw.bersabda,"sesungguhnya kesabaran itu ketika guncangan pada kali pertama".

Barangsiapa yang dapat mengontrol perasaanya ketika musibah menakutkan datang menimpanya,atau kenikmatan(kebahagiaan)menghanyutkan jiwa,maka dirinya berhak mendapatkan ketenangan hati,kedudukan yang tinggi,dan mencapai kebahagiaan.Hingga pada akhirnya dapat menikmati semua itu.

Allah swt.menggambarkan karakter orang sombong.Sesungguhnya orang sombong merasa bersedih hati manakala mendapatkan sedikit saja musibah.Namun jika mendapatkan kenikmatan,dia menjadi terlena dan bergembira secara berlebih-lebihan.Dan inilah kebanyakan sifat manusia.

Oleh karena itu,jika engkau merasa beriman hendaknya ikhlas dan sabar ketika mendapat musibah.Jika mendapatkan kenikmatan hendaknya jangan lupa diri,tetapi bersyukurlah kepada Yang Memberi.

Sesungguhnya gejolak perasaan yang menggelora ketika berhadapan dengan sesuatu menyebabkan seseorang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.Perasaan seperti ini mendorong tubuh gemetar,jantung berdegup,perasaanya diliputi oleh amarah yang tidak terkendalikan sehingga terlena melampaui batas.Akhirnya cenderung untuk berbuat di luar batas kewajaran dan dzalim.

Pada saat kondisi seperti itu,jika dirimu mendapatkan kenikmatan dan kesenangan,tentu menjadi sangat gembira dan lupa diri.Didalam kebahagiaan,engkau merasa tidak sadar berbuat aniaya terhadap diri sendiri.Atau,dengan mudahnya mengusir orang lain,mencela,melupakan kebaikannya dan menghapus kemuliaannya.Jika engkau cinta kepada seseorang,engkau akan berlebih-lebihan dalam memberikan penghormatan dan pujian.Diungkapkan dalam sebuah hadis,"Cintailah kekasihmu sewajarnya saja dan jangan berlebih-lebihan.Mungkin bisa jadi satu hari dia akan menjadi orang yang paling kamu benci.Dan bencilah kepada seseorang secara wajar dan jangan berlebihan,karena bisa jadi suatu hari dia akan menjadi kekasihmu yang setia".

Barangsiapa yang mampu mengendalikan perasaan dan membimbing emosinya,dapat menimbang sesuatu dan menjadikannya sesuai kemampuanya,maka dirinya telah mendapat kebenaran dan petunjuk.

Adil merupakan masalah yang mendasar,yang perlu diperhatikan oleh semua orang,Terutama penegak hukum dalam menegahi atau mengadili sesuatu.Islam sendiri ditegakan demi keadilan dan kebenaran.Kebenaran dalam kabar perlu disampaikan dan keadilan dalam hukum perlu diterapkan.semua itu bisa dilakukan apabila dirimu telah terlatih dalam mengendalikan perasaan.

Posting: Santo Aliwu

 
Diberdayakan oleh Blogger.